Archive for January, 2007

kekurangan itu… lebih baik dari pada..?

menurut gw kekurangan itu .. kita patut mensyukurinya
betul banget tuch kata-kata diatas menunjukan bahwa kekurangan itu mesti kita syukuri atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. ya ‘ga???
walaupun kita kadang mengeluh tentang kekurangan yang ada pada diri kita kita mesti "Pd" aja lagie… heheheee
"kenapa dia lebih sempurna dari pada aku ya, uhh dia kaya sedangkan aku… dia cantik sedangkan aku…  ". aduh kita itu jangan terlalu repot dalam urusan hal semacam itu belum tetntu apa yang kita miliki bisa didapat olehnya, siapa tau Allah SWt telah memberikan kelebihan kepada diri kita tetapi kita tidak tau tau ga mau tau (-_-)?
sebaiknya kita cari tau dulu kelebihan yang ada didriri kita itu apaan, jangan asal langsung mengambil keputusan kalau kita itu memeng banyak kekurangannya.
coba dech kamu pikir kalau Allah itu menciptakan manusia itu berbeda-beda dan itu mesti kita patut syukuri. kita memiliki tubuh yang sempurna aja udah beruntung banget, coba dech kita liat saudara kita yang yang tida mempunyai sebagian anggota tubuh seperti yang kita miliki, pasti dia sedih tapi dia juga lebih bersyukur di banding kita yang suka mengeluh, betul ga?
kalo seandainya salah satu teman kamu megejek kamu, ya apalah namanya truz kamu bilang aja gini.." gini-gini gw ciptaan Allah loch.."
eh ada lagunya loch and lagu ini lagunya Ar-royyan yang
"kita manusia tak ada satupun yang sempurna
maka sadarilah janganlah kita saling mencela
kita mnusia dicipta Allah saling berbeda
maka syukurilah anugerah Allah yang maha esa "

sebelum kita mengejek orang , liat dulu diri kita, kita sempurna ga heheee
"ya rabb kami, berilah kai kebaikan di dunia dan di akhirat dan periharalah kami dari siksa api neraka."(Q.S. Al-Baqarah:201)

sekedar nasehat nich..!!!

             

             

               

             

             

               

             

    hallo semua pa kBr???(ihh ga jelas dech…. he…he…) o y ni sekedar nasehat di baca n jng cm di baca tapi di amali :)

<>

               

  1. Untuk membentuk     bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.   

  2. Untuk mendapatkan     mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.   

  3. Untuk mendapatkan     bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.      

  4. Untuk mendapatkan     rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya     setiap hari.   

  5. Untuk mendapatkan     sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda     tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan     lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.      

  6. Jadi, jangan     pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya     itu, Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan,     Akan senantiasa ada tangan terulur.   

  7. Dan dengan bertambahnya     usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk     menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.   

  8. Kecantikan wanita     bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya,     atau cara dia menyisir rambutnya.   

  9. Kecantikan wanita     terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak     gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang.   

  10. Kecantikan wanita,     bukan pada kehalusan wajahnya, Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada     jiwanya, Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan     Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

aku rindu padamu…

Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat malam dan bermunajat,
  berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah
  karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau
  berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari
  waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua
  permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya)
  adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya
  selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk
  berusaha
  memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu
  untuknya.

Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI UANG DAN
  KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah
  yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini
  adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan
  berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat.
  Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.

Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin
  ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar
  diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup
  ini.

Namun berangsur-angsur seakan terkena kualat (karena meninggalkan
  perbuatan
  haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT
  DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA
  MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH
  SAKIT.

Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya
  kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan
  menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah.
  Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia
  lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya
  terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya
  hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu
  kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya. Setiap dalam sedihnya
  ia
  berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, "Apa yang engkau harapkan
  itu
  dekat sekali, bila engkau bertaqwa!". Setiap mendengar bisikan itu, timbul
  semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang
  tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk,
  musibah yang seakan tidak berujung _.. ahhhhh.

Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap
  malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar
  bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul
  pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan,
  tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini.Maka pada malam
  harinya, ia berdoa kepada Allah : "WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN
  SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIMU YANG SEMPURNA INI. KARENA
  ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU
  TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA
  AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU
  SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT
  DENGANMU !"

Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia
  berniat seperti itu (’mengkhatamkan’ ibadah sholat lailnya). Beliau
  berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia
  tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin
  merasa
  bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang
  menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk
  diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau
  mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh,
  tidak mampu… kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan
  menengadah.

Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang
  Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, "BAGAIMANA HAMBAKU SI FULAN,
  HAI MALAIKATKU ?" nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh
  gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih, "Subhanaka yaa Maalikul
  Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian :
  "Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah
  menciptakan dirimu yang sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan
  permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan
  sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus
  beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni
  aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !"

Ampuni dia yaa Al ‘Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"

Tersentak beliau, itu…_u kata-kataku semalam_ …celaka, pikirnya.
  Kemudian terdengar suara lagi : "Sayang sekali, padahal Aku sangat
  menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya
  yang
  terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar
  kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan
  pemintaan-permintaannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat
  Kukabulkan
  apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku
  memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia
  dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat
  menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia
  cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku
  rindu kepadanya… rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?"

Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya
  semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak
  terdengar, bising dalam hatinya karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini aku.
  Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin takut rasanya ketika
  tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di
  pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii…

Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu’,
  kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia
  bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi
  ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. "…aa Allah, Yaa Robbi
  jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu yang
  tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung
  masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku
  rela…aa Allah, aku rindu padaMu…"

Semoga menambah keimanan dan ketekunan kita dalam mengerjakan sholat
  lail…amiin.